An Untold Story
Sabtu, 7 November 2009
Huuuh… kalo sudah ingat acara yang satu ini, pengennya baaliiiiik mulu kesana…
Sendang putri, lembah curam, rumah Sujono, buah keabadian (kami lebih suka menyebut buah kuning dengan nama buah keabadian he…he…), api unggun, kuburan, kendi… Hahh!!! Semuanya begitu mengesankan!
Latihan dasar kepemimpinan remaja khusus calon DKM (Dewan Kerja Mizan) tahun ini memang tidak bisa disamain dengan LDKR yang dulu-dulu. (Bukannya menghina, tapi memang kenyataannya demikian koq….). Kalo aku jadi mereka, mungkin aku udah nggak kuat harus disiksa lebih lama. Bayangin aja, baru kali ini, peserta kudu masak sendiri, nggak mateng lagi!, nggak mandi 3 hari (iihhh…bau…), nggak boleh jajan, semua uang dan jajan disita. Mereka bener-bener kasihan. Tapi, dari sana mereka akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga yaitu UNTUK MENJADI SEORANG PEMIMPIN SEMUANYA BUTUH PROSES, NGGAK ADA YANG INSTAN!!! Tuuul?????
Sabtu, 7 November 2009
Dengan segala persiapan yang ada, kami segera lepas landas dari ma’had tercinta. Ciiiiitttt…….. setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya kami pun sampai di lokasi perkemahan. Dalam hati, tak henti-hentinya aku mengucapkan rasa syukur yang tiada tara. Aku tak pernah mengira kalo aku bakalan bertemu lagi dengan lembah ini, dimana aku pernah mengalami peristiwa tragis dua tahun yang lalu ketika aku mengikuti acara yang sama. Hiks… ya…aku terjun dari atas lembah tanpa kontrol. Sumpah! Aku tidak pernah bisa melupakan kejadian itu. Antara takut, cemas, deg-degan, bingung, aku melihat dua orang berada tepat di depanku. Mereka pun ikut bingung melihat diriku yang lepas kendali. Teruuu…uussss saja berlari. Untungnya ada penyelamat yang berhasil menarik tanganku. Seketika itu aku pun jatuh. Tapi, aku bersyukur aku tidak kebablasan. Thanks!!!
Setelah itu, kamipun segera mendirikan tenda dan mempersiapkan ini, itu dan segala tetek-bengeknya. Kegiatan pun dimulai dengan bersih-bersih linkungan, membunyikan yel-yel, masak, makan dan upacara pembukaan. Sayangnya, pada acara pembukaan tidak ada satupun dari pembina kepanduan yang hadir, upacaranya berantakan lagi. Kegiatan pun dilanjutkan dengan tadabur alam untuk mengenali lingkungan sekitar dengan berlajan kaki bersama-sama. Subhanallah! Ternyata bumi yang Engkau ciptakan begitu indah. Nasyid dan yel-yel lain tak henti-hentinya dilantunkan sebagai penyemangat dalam perjalanan. Tak hanya itu, aksi kocak dari panitia pun turut meramaikan tadabur alam. Belajar menjadi seorang reporter nyasar he..he... Setelah berjalan beribu-ribu kilo (bohong!), kamipun melepas lelah dengan beristirahat sejenak sambil mendengarkan lagu-lagu bertema kepanduan dari kak Anggun Imanto. Termasuk mars Hizbul Wathon.
Oskidaran…
Kidadida adidabil zamur
Katibe mense tere zoozom katibe zamur 2x
Sedang panitia berkumpul, sibuk mencari ide membuat slogan acara. Semuanya menyumbangkan ide masing-masing. Akhirnya, kami menemukan slogan yang dianggap PAS. LDK…. MENSETERE ZOOZOM, HOYA…HOYA…(bukan hayo-hayo) dalam dua versi, semangat dan meler. Kami sempat bingung jika nantinya ditanya tentang maksud slogan, tapi berkat semangat dari ustadz Anggun dan yang lain, kami membuat sejenis tipu muslihat dengan mengartikan slogan tersebut sembarangan. Toh, mereka juga tidak mengerti he…he… Maafkan jika kami telah membohongi kalian!!! Tapi, enjoy channn??? Setelah mantap, akhirnya kak Atika dan kak Wiwik mempresentasikan slogan tersebut untuk diikuti oleh semuanya. Bla…bla..bla… setelah itu, acara dilanjutkan dengan materi menaksir dan membidik sampai waktu menjelang magrib. Magribpun tiba, kami sudah siap-siap untuk menghadap Sang Kholik, melebur segala keangkuhan dan dosa untuk mengharap maghfiroh dari-Nya. Setelah selesai, kami kembali mengisi perut kami yang sudah sejak tadi sore keroncongan. Kasihan jika melihat nasib peserta LDK yang kekurangan makanan. Bahkan diantara mereka harus makan intip nasi yang gosong (kacian yach?).
Kegiatan kembali berlanjut. Kali ini pelatihan Baris Berbaris (PBB) yang diisi oleh kak Delmin dan kak Laily. Di tengah-tengah acara, kami kehilangan salah satu peserta LDK (Abdul Rozak Fachruddin). Tiba-tiba dia meninggalkan lokasi perkemahan tanpa pamit. Seketika itu juga kami mengerahkan massa (cieee…) untuk mencarinya. Namun, sampai larut, rozak belum juga kembali. Kami benar-benar bingung! Semua mencrinya hingga ke dusun-dusun dan gang-gang kecil. Hingga akhirnya kami semua kembali ke lokasiperkemahan dengan tangan hampa. Ustadz Anggun marah, bahkan bilang kalo Rozak sapai belum juga kembali, kita akan pulang saat itu juga agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan (preeettt….). Sampai akhirnya kami semua putus asa dan menghentikan pencarian. Ustadz Anggun mengintruksikan agar acara kembali dilaksanakan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Malam itu juga kami mengikuti acara selanjutnya yakni pentas seni pertama (karena memang pentas seni diadakan dua kali). Masing-masing kelompok mempersiapkan penampilan yang cukup memukau. Yang lebih menarik perhatian adalah penampilan dai kelompok BAKRON (tapi kakak-kakak panitia lebih suka memanggil mereka kelompok MAKARONI). Mereka mempersembahkan lagu untuk Rozak dengan wajah nelongso puolll… set…set…set… acara pentas seni pun berakhir, disusul kemudian outbound yang diisi oleh kak Aini. Malam semakin larut, tibalah saat-saat yang paling dinantikan yakni berlabuh ke pulau kapuk… semuanya meninggalkan halaman menuju ke tenda masing-masing. Saat bersiap-siap istirahat, peserta LDK putri dikejutkan dengan hadirnya sosok menakutkan dari dalam tenda mereka. Rozak yang dari tadi dicari-cari ternyata tidak hilang, tapi disembunyikan oleh kakak pembina (Aan Ubaidillah). Dengan nggeleor-nggeleor, Rozak pun kembali ke markasnya. Seketika teman-temannya kaget. Namun karena lelah, mereka akhirnya tidur, karena mereka harus mempersiapkan diri untuk acara nanti malam. Panitia berkumpul untuk menyusun rencana acara nanti malam. Zzzzz…… Zzzz… Zzzz…..
Ahad, 8 November 2009
Jam 12.00 tepat. Semua panitia bersiap menuju pos masing-masing sebelum para peserta dibangunkan. Ika dan Wiwik berada di pos pertama untuk menunjukkan jalan, Bayu (menjelma menjadi pocong), Munawar, dan Kakam berada di pos kedua, mereka bertugas untuk menguji kekuatan iman peserta LDK, sedangkan Aan U, Atika, Aini, dan aku di pos ketiga bertugas mengintrogasi para peserta LDK. Tak lama kemudian, Peluit dengan nyaring dibunyikan. Semua peserta berkumpul dan diberi pengarahan oleh Bapak Alimin mengenai acara malam ini. Setelah panjang lebar menyampaikan ini dan itu, akhirnya mereka semua diberangkatkan satu persatu. Banyak kejadian lucu di sana, khususnya di pos dua. Mereka yang saat itu melihat sosok putih dan orang yang tiba-tiba terjatuh (Kakam), kaget dan tak henti-hentinya mengucapkan takbir (Arham…kaciaaaannn… dech lo!). teriakannya terdengar sampai ke pos 3. Setelah para peserta diintrogasi dan ditanya ini itu di pos 3, mereka kemudian digiring dengan mata yang masih tertutup oleh hasduk ke lokasi perkemahan dan dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Ya, acara selanjutnya adalah uji mental. Mereka disuruh tidur di tempat yang berbeda-beda dengan mata tertutup sampai mendengar peluit dibunyikan. Ketika acara uji mental hampir selesai panitia dikejutkan dengan suara jeritan makhluk halus (he…he… just kidding! Yang bener tuch teriakan Zeni Novia) semuanya panik. Kami mengira telah terjadi sesuatu padanya, tapi ternyata dia hanya mengeluh karena matanya sakit (dasar Zeni, ngagetin orang aja!). Tidak lama kemudian, seorang peserta LDK (Yeni Krisna) pinsan di dekat kuburan. Anehnya, aku yang sedari tadi tidur di situ tidak melihatnya sama sekali. Akhirnya kegiatan uji mentalpun berakhir. Mereka semua berkumpul di halaman utama dan menghitung jumlah anggota masing-masing. Setelah dihitung, hanya 19 orang yang ada padahal peserta LDK semuanya bejumlah 20 orang. Hmmm… Widatul Ummah tdak ada di tempat. Semua panitia cemas. Kami pun berpencar untuk mencarinya. Ternyata dia ketiduran di semak-semak dan tidak mendengar bunyi peluit. Setelah semua lengkap, kami mengambil air wudhu untuk qiyamul lail, kembali menghadap Sang Penguasa alam yang dilanjutkan dengan sholat subuh berjama’ah dan tidur lageee….(mantap..)
Kami semua baru terbangun ketika mentari baru terlihat di sebelah timur, sekitar pukul 05.30. Waktunya melemaskan otot-otot kami yang hampir retak karena padatnya aktifitas kemarin. Bersama kak Bayu, kami diajari ilmu kanuragan ala Pak Cipto (guru olahraga MAM 9 Lamongan sekaligus paman Bayu) dan jalan-jalan mengelilingi dusun Ngadasan (Lumayanlah daripada ngorok teruzzz…). Aktifitas terus berlanjut. Umat Islam adalah umat yang peduli dengan kebersihan. So, setelah berolahraga pagi, kami tak lupa membersihkan lingkungan perkemahan, kemudian dilanjutkan dengan sedikit intermezo dari kak Bayu. Baru kemudian mempersiapkan menu kedua untuk sarapan pagi dengan bahan seadanya (sabar aja coy!). Bla…bla…bla… makanan telah dihidangkan, kami sudah tak sabar menyantapnya (hmmm…yummy…). Setelah kenyang, kami pun segera memepersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan selanjutnya yakni out bound yang dipisah antara putra dan putri. Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk putra dan dua kelompok untuk putri. Untuk putra mereka harus melakukan berbagai antraksi yang memang pas banget buat mereka yakni bergelantungan pada tali yang diikat kuat pada sebatang pohon (mirip dech ma saudaranya he..he..). lain halnya dengan yang cewek. Sekali lagi mereka harus merasakan jurus edan kak Atika dengan bergiliran menggigit buah abadi sampe’ ke garis finish melalui mulut mereka. Seru juga!!! Setelah puas mengocok perut, kami beralih lagi menuju aktifitas laen. Kali ini adalah sedikit pencerahan dari kak Bayu yang disusul dengan masakkkkk….. setelah itu materi tentang kepramukaan (yang diisi oleh kak Aini dan kak delmin) dan keHWan (yang diisi oleh kak Wiwik dan kak Kakam). Diselah-selah materi, aku ikut memberikan sedikit refreshing buat mereka dengan memberi lagu “pramuka indonesia”. Kegiatan terus berlangsung hingga waktu menjelang magrib datang. Kegiatan sore itu berakhir dan semua peserta mengambil wudhu untuk sholat magrib dan isya’ berjamaah. Dan seperti malam sebelumnya, setelah selesai melaksanakan sholat secara berjama’ah, peserta segera berkumpul di meja makan masing-masing untuk menyantap makanan yang memang sudah mereka persiapkan sejak siang tadi (sisa maksudnya!). hah!!! sungguh melelahkan!!! Aktfitas yang kami lakukan tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah kenyang, kami para panitia menyusun sebuah makar (ciieee…) untuk acara nanti malam. Setelah kenyang dan beristirahat untuk beberapa menit kamipun kembali melanjutkan kegiatan api unggun dan pentas seni. Api unggun segera dinyalakan. Kak Delmin memulai acara dengan memberikan sedikit ilmunya tentang kepemimpina dan beberapa yel-yel dari kak Kakam, Kak Sujono, dan kak Delmin lage. Kak Atika dan akupun tak mau ketingglan untuk ssedikit meramaikan acara dengan melantunkan You are not alone-nya Michael Jackson. Sebearnya lagu itu untuk oleh-oleh para peserta LDK, namun karena syairnya yng terlalu banyak dan memang membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna lagu tersebut, kami kami hanya menyanyikannya, bukan mengajarkannya. Malam semakin seru karena setiap kelompok pun menampilkan berbagai peampilan “wah”. Namun di tengah-tengah acara, kami dikagetkan dengan adanya salah satu peserta yang kesurupan (loyal michail Kusno). Dia mengaku bahwa dia adalah jin yang merasa terganggu karena ada salah satu dari kami yang sengaja mengambil kendi dari kuburan (Atika Irmayani). Akhirnya, karena panik dan seikit takut, maka kami (Pak Hasyim, Aan U, Munawar, Sujono, Bayu, Atika, aku, dan Ika) segera menuju kuburan untuk mengembalikan kendi yang dimaksud sekaligus mempersipkan acara untuk uji mental yang ke dua di kuburan. Di tengah-tengah perjalanan menuju kuburan, kami semua hampir kaget karena ada seekor ular yang tiba-tiba lewat di depan kami, sedangkan keadaan sekitar benar-benar gelap, yang ada hanyalah cahaya dan seter yang kami bawa, itupun Cuma satu. Hah!! benar-benar menegangkan. Apalagi ketika di kuburan. Mungkin hanya aku saja yang merasakan, tapi tidak tau dengan yang lainnya. Ketika aku melewati sebuah kuburan, yang kata temen-temen masih baru, tiba-tiba ada yang menarik celana kiriku sehingga membuatku tidak bisa berjalan untuk beberapa saat. Ketika itu aku berada paling belakang di antara mereka. Aku mencoba untuk menghilangkan jauh-jauh semua pikiran negatif dan mencoba menyimpannya agar semuanya tidak panik. Tidak lama, kata munawar, dia merasakan getaran pada sebuah kuburab,tapi anehnya aku dan yang lain tidak merasakannya. Disusulkemudian, Aan U yang membawa handuk HW yang berbau sangat wangi (hiiii….). panitia menyadari bahwa hasduk yang kami letakkan terlalu jauh dan sulit dijangkau. Akhirnya kami mengambil langkah cepat dengan mengambil kembali hasduk yang sudah kami pasang untuk dipindahkan ke tempat yang lebih mudahdijangkau oleh para peserta LDK. Namun, sat kami sedang sibuk memindahkan hasduk-hasduk terssebut, tiba-tiba salah satu di antara pesera (Millatun Hanifah) sudah ada di depan pintu masuk kuburan. Sial! Ketahuan. Ya udah mau diapain lagi kalo dah terlanjur, toh dia juga nggak tau menau soal ini. Akhirnya dengan langkah seribu, semua paniia segera mencari tempat sembunyi, tepatnya di areal persawahan dekat kuburan. Tapi, ada juga yang di dekat jalan menuju kuburan. Satu persatu dari peserta pun akhirnya mulai beraks untuk mengambil kembali hasduk mereka (hiii…serem! Untungnya bukan aku. Coba itu aku, pasti aku sudah pingsan duluan). Sayangnya aku dan atika nggak bisa ngelihat aksi mereka satu persatu coz mata kami nggak kuat menahan kantuk. Ya udah…ngorok dech. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 tepat. Aku dan atika yang sedari tadi tidak tau apa-apa tiba-tiba dibangunkan untuk kembali ke lokasi perkemahan. Ternyata semua peserta sudah tidur pulas. Lucunya,di antara mereka ada yang ngorok (mau tau?). kamiu segera menyusulmereka membuat ulau kapuk yang lebih gede dan lebih indah (he..he..) tak terasa adzan subuh berkumandang dari sebuah musholah kecil di desa ngadasan kami semua kelabakan untuk segera bangun dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat suuh berjamaah. Setelahitu, kami melanjutkan eksperimen kami ke alam mimpi berikutnya kerena kami memang butuh istirahat untuk mengembalikan semangat juang kami untuk menerusskan aktifitas selanjutnya. Ta lama setelah itu, terdegar bunyi peluit yang menyadarkan kami dari tidurpanjang kami. Secepat mungkin kamimempersiapkan diri untuk olahraga pag dan bersih-bersih lingkungan sekitar perkemahan. Huuuh! Di antara hari-hari kemarin, memang hari inilah hari yang paling melelahkan karena materi kita untuk hari ini adalah penjelajahan. Untuk itu, kami mempersiapkan segalanya. Mulai dari cuci muka (he..he..),masak, makan, dan lai sebagainya. Para panitia yang sudah jauh hari memepersiapkan materi dan segala hal yang diperlukan segera melesat ke pos masing-masig dengan rihlah bersama. Di tengah perjalanan kami mengambil sedikit dokumentasi untuk kenang-kenangan. Akhirnya Wiwik dan Ika harus berpisah dari kami karenamemang dia harus segera mendarat di pos ! yang mengisi materi tentang semapore. disusul aku dan Aini di pos 2 yang menguji tentang materi menaksir, membidik, tali temali, dan sedikit metode untuk mengajar kepanduan (sekalipun lama, tapi jujur! Kami angat puas karena bisa ngerjai mereka habis-habisan. Terutama Akhsanul arham, “Imarotu Syu'unith Tholibat am sorry very much karena saat itu aku benar-benar keterlaluan ngerjai kami buat ngipasin aku sambil menyanyikan lagu-lagu kepanduan”. Harus aku akui kalo memag suara kamu nggak seberapa agus, tapi aku benar-benar salutdengan jiwa kepemimpinanmu), Kakam dan Delmin ada di pos 3 untuk materi P3K, selanjutnya ada Bayu dan Atika (ehmm…awas CINLOK kasihan Aini) di post bayangan. Kalian tau, dari sekian banyak komentar untuk acara LDK, yang paling banyak dikomentari adaklah Bayu karena kekejamannya menyiksa para peserta dengan menyuruh mereka satu persatu untuk menikmati juet yang diletakkan di kaos kaki bau dan nggak pernah dicuci miliknya (iiiih.. menjijikkan), kemudian di post terakhir ada Aan, Munawar, dan Sujono yang mengisi merekan beberapa permainan seperti merangkak, melewati srang laba-laba dan yang terakhir menikmati bau harum dari kotoran sapi yang ditempel Sujono di dahi masing-masing peserta (ha..ha..ha.. kaciaaaaaann dech loch) hinggan membuat mereka tidak nafsu makan. Setelah penjelajahan usai, semua peserta segera membersihkan diri. Akhirnya mereka mandi juga….setelah beberapa hari mereka bau karena memang dilarang mandi. Setelah istirahat untuk beberapa saat, kami segera melaksanakan aktifitas terakhir di bumi perkemahan yakni makan komando.Setelah istirahat untuk beberapa saat, kami segera melaksanakan aktifitas terakhir di bumi perkemahan yakni makan komando (yummy…). Kali ini semua peserta kudu memakan nasi yang sebelunya telah dipisakhan antara lauk maupun sayurnya dengan tepat hittungan. Bai meraka yang nggak on time harus siap dapat hadiah istimewa dari kak Anggun.
Waktu teus berguli, hingga sapailah kami di penghujung waktu. Ya…..kami harus berpisah dengan Ngadasan tercintak meninggalkan semua kenangan yang tlah kami ukir bersama. Satu persatu arabg bawaan kami dinaikkan ke atas truk. Disusul dengan kami. Dan…..
Sayonara…we are coming Al-Mizan.